laporan kunjungan industri

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI ATMI CIKARANG DAN PT. CHEMCO HARAPAN NUSANTARA

Sabtu, 03 September 2016

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI ATMI CIKARANG DAN PT. CHEMCO HARAPAN NUSANTARA

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
ATMI CIKARANG
DAN
PT. CHEMCO HARAPAN NUSANTARA



DISUSUN OLEH :
      NAMA         : RIZKISTA ICHSAN HARNANTO
                                           NO                : 30 / 4660
                                           KELAS         : XI TMK A
                                           JURUSAN   : TEKNIK MEKATRONIKA

SMK LEONARDO KLATEN
Jalan Dr. Wahidin Sudirhusodo 30 Kotak Pos 117
Telp. (0272) 321949,325751 Fax. 327347 KLATEN 57410 JAWA TENGAH
Website : smkplleonardo.pangudiluhur.org, e-mail : smkleonardo@yahoo.co.id






HALAMAN PENGESAHAN

 Laporan Kunjungan Industri SMK LEONARDO KLATEN pada 10 – 13 Mei 2016 di ATMI CIKARANG DAN PT. CHEMCO HARAPAN NUSANTARA  .   Telah disetujui dan disahkan pada :
Hari / Tanggal             : ……………/……….. Mei 2016
Oleh                            : ……………………...
Tempat                        : SMK LEONARDO KLATEN
Penulis                         : RIZKISTA ICHSAN HARNANTO
Kelas                           : XI TMK A
No                               : 30 / 4660
Sebagai pemenuhan tugas pembuatan laporan kunjungan industri.

                                                                       Disahkan Oleh :


Koordinator Kunjungan Industri:                                                                      Wali Kelas:


  FX. Fendi Tri Wibowo, S.Pd                                                           Ch. Daru Widyaningsih, S.Pd.



Kepala SMK LEONARDO KLATEN


Br.YB.Purwanto,ST





KATA PENGANTAR

Puji syukur saya haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan petunjuk-Nya saya dapat menyelesaikan laporan kunjungan industri, setelah saya mengikuti kunjungan industri pada tanggal 10 – 13 Mei 2016 .
            Laporan ini disusun untuk memenuhi persyaratan tugas dan persyaratan mengikuti UKK untuk tiap kelas XI SMKLEONARDO KLATEN 2015/2016.
            Pada kesempatan kali ini saya hendak mengucapkan terimakasih kepada Br.YB.Purwanto,ST selaku kepala sekolah SMK LEONARDO KLATEN, bapak FX. Fendi Tri Wibowo, S.Pd selaku coordinator kunjungan industri, bapak ibu guru pembimbing serta semua pihak yang telah mendukung jalannya acara kunjungan industri dari awal hingga akhir.
             Laporan ini berisi tentang bagaimana pelaksanaan kunjungan industri yang telah dilaksanakan pada 10 – 13 Mei 2016 di ATMI CIKARANG DAN PT. CHEMCO HARAPAN NUSANTARA.
Saya menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun saya harapkan dari para guru dan pembaca demi menyempurnakan laporan ini.
Harapan saya dengan selesainya laporan ini semaksimal mungkin dapat berguna bagi teman – teman dan para pembaca sekalian.



Klaten, 18 Mei 2016  


                                                                                        RIZKISTA ICHSAN HARNANTO





DAFTAR ISI

1.      HALAMAN JUDUL………………………………………………..
2.      KATA PENGANTAR………………………………………………
3.      HALAMAN PENGESAHAAN…………………………….............
4.      DAFTAR ISI………………………………………………………..
5.      BAB I. PENDAHULUAN………………………………….............
1.1  Latar Belakang Masalah…………………………………….
1.2  Tujuan Kunjungan Industri…………………………………
1.3  Manfaat Penulisan…………………………………………...
6.      BAB II. ISI………………………………………………………….
      2.1 ATMI CIKARANG…………………………………………
            2.1.1 Sejarah Pendirian Perusahaan………………………….
            2.1.2 Struktur Organisasi Perusahaan………………………..
      2.1.3 Pemasaran Produk……………………………………..
2.1.4  Bahan dan Benda Proses Produksi ……………………
      2.2 PT. CHEMCO HARAPAN NUSANTARA ………………..
            2.2.1 Sejarah Pendirian Perusahaan………………………….
            2.2.2 Struktur Organisasi Perusahaan………………………..
      2.2.3 Pemasaran Produk…………………………………….
2.2.4  Bahan dan Benda Proses Produksi …………………....
7.      BAB III. PENUTUP…………………………………………………
           3.1 Kesimpulan …………………………………………………..
           3.2 Saran………………………………………………………….
8.      DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………….





BAB I. PENDAHULUAN

1.1                 Latar Belakang Masalah
Pembentukan sikap mental (Character Building) yang sesui tuntutan profesi tentunya dapat dilaksanakan di SMK Leonardo Klaten. Akan tetapi tanpa masukan dari dunia industri sebagai output bagi lulusan pembentukan sikap mental sangat sulit diwujudkan. Oleh karena itu, kunjungan industri ini sangat dibutuhkan untuk membentuk lulusan yang mempunyai bekal dan mental yang baik untuk menembus dunia kerja di masa yang akan datang dan untuk member motivasi untuk meningkatkan semangat dalam belajar.

1.2                 Tujuan Kunjungan Industri
-          Agar siswa memiliki wawasan tentang industri yang berskala internasional sebagai bekal dalam mempersiapkan Praktek Kerja Industri.
-          Siswa dapat membandingkan secara nyata  materi pembelajaran disekolah dengan pekerjaan di industri.
-          Siswa dapat melihat secara nyata tentang instrument dan berbagai alat yang sudah modern dan berskala besar.
-          Siswa termotivasi dalam belajar sehingga ingin bergabung di industi yang berskala internasional.

1.3                 Manfaat Penulisan
1.      Bagi Siswa
-          Dapat mengetahui tatatertib di dalam dunia kerja yang tegas dan mandiri.
-          Melatih siswa agar mempunyai tanggung jawab.
-          Para peserta didik bias mendapatkan gambaran saat akan bekerja di industri atau ingin membuat sebuah usaha.
-          Dapat mengetahui dan melihat cara kerja berbagai macam alat produksi yang sudah modern.
2.      Bagi Sekolah
-          Dapat menjalin kerjasama yang baik dengan industri.
-          Mendidik siswa dengan mengenalkan peserta didik di dunia industri.
3.      Bagi Industri
-          Dapat mengenalkan industrinya kepada para siswa SMK Leonardo Klaten.
-          Mengenalkan sejarah singkat berdirinya pabrik tersebut.



BAB II. ISI

2.1     ATMI Cikarang


Alamat  :
Jl. Kampus Hijau No. 3, Kawasan Jababeka Education Park, Cikarang Baru, Jawa Barat.
·         Waktu Kunjungan : Selasa, 10 Mei 2016 pukul 08.00-12.00 WIB
·         Jumlah Peserta      : 1 bus ( Jurusan TMK dan TITL )
·         Susunan Acara      :
Ø  Pembukaan
Ø  Sambutan dari SMK LEONARDO KLATEN
Ø  Sambutan dari Perusahaan
Ø  Peninjauan Proses Produksi
Ø  Sesi Tanya Jawab
Ø  Penutup

2.1.1     Sejarah Pendirian Perusahaan
Akademi Tehnik Mesin Industri (ATMI) Cikarang didirikan oleh J.B.Casutt SJ atas dorongan & prakarsa kalangan industri dan alumni ATMI (Su rakarta) yang bekerja di sekitar Jabodetabek. Mereka merasa tenaga-tenaga professional industri yang mampumemacu proses industrialisasi di Indonesia masih belum mencukupi.
Atas pertimbangan tersebut ATMI Cikarang dirancang mirip dengan induknya, ATMI Surakarta, yang dianggap sudah berpengalaman menyelenggarakan pendidikan teknik.Untuk menunjang segala kebutuhan di atas, ATMI Cikarang didirikan di Kawasan Industri Jababeka Bekasi, dengan tujuan agar dapat lebih erat berhubungan dengan dunia industri dan mampu menanggapi kebutuhan industri secara cepat.
ATMI Cikarang mulai menyeleng garakan pendidikan diploma (D-III) dengan program studi teknik mesin industri pada tanggal 1 September 2003 dengan 36 mahasiswa. Pada tanggal 15 Juni 2004 ATMI Cikarang mendapat Izin    Penyelenggaraan Program Studi dari pemerintah berdasarkan SK Mendiknas No.84/D/O/2004. Izin ini diperbarui padatahun 2006 dengan SK Dirjen Dikti No.3194/D/T/2006 tanggal 29 Agustus 2006. Denganizin - izinini ATMI Cikarang mendapat pengakuan resmi dari pemerintah untuk ikut berpartisipasi mengembangkan pendidikan profesional di Indonesia.
Sekarang ini ATMI Cikarang sudah mencapai 5 angkatan. Angkatan ke-1 masuk tanggal 1 September 2003 dengan 36 mahasiswa. Angkatan ke-2 masuk tanggal 30 Agustus 2004 dengan 65 mahasiswa. Angkatan ke-3 masuk tanggal 5 September 2005 dengan 46 mahasiswa. Angkatan ke-4 masuk tanggal 28 Agustus 2006 dengan 62 mahasiswa. Angkatan ke-5 masuk tanggal 3 September 2007 dengan 79 mahasiswa.Sampai tahun 2007, ATMI Cikarang sudah meluluskan mahasiswa - mahasiswanya yang mampu terserap di dunia industri maupun yang melanjutkan pendidikan di universitas –u niversitas. Angkatan ke-1 lulus dengan jumlah 30 mahasiswa. Angkatan ke-2 lulus dengan jumlah 47 mahasiswa.
ATMI Cikarang, dengan fasilitas pendidikan yang lengkap, didukung oleh kurikulum yang dilaksanakan secara proporsional antara teori dan praktek, serta penerapan metode Production Based Education Training (PBET), siap berkiprah mendidik mahasiswa menjadi manusia seutuhnya, profesional di bidangnya, dansiapkerja. ATMI Cikarang dalam perjalanannya, kelak akan ikut mendorong semangat kewiraswastaan di kalangan masyarakat industri di Indonesia.

2.1.2     Struktur Organisasi Perusahaan


2.1.3     Pemasaran Produk
PT ATMI Cikarang adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang mesin perkakas. Dalam berdirinya perusahaan ini tidak hanya fokus untuk mencari keuntungan saja, tetapi perusahaan ini juga membantu ATMI Cikarang dalam penyedian tempat magang dan subsidi keuangannya. PT ATMI Cikarang dalam produksinya dibagi kedalam beberapa divisi yaitu divisi Stamping (IGI), divisi SPM (Spesial Purpose Mesin), divisi Must Production Anchor, divisi Tool Making, divisi Assy, divisi Manual, divisi CT (Center Of Tool), divisi PPIC, dan divisi Maintenance.
Untuk mencapai kepuasan dari para pelanggan, perusahaan ini selalu mengoptimalkan setiap bagian produksinya. Salah satu divisi yang diharapkan dapat optimal dan memberikan keuntungan yang berkelanjutan adalah Must Production Anchor. Divisi tersebut khusus memproduksi Anchor, dimana Anchor adalah salah satu part yang berfungsi untuk membangun sebuah konstruksi jembatan. Produksi Anchor masih berlanjut sepanjang tahun dan dalam setiap bulannya permintaan dari customer selalu melebihi dari ouput yang dapat disediakan oleh PT ATMI Cikarang.
Oleh karena itu permintaan atau demand yang besar tersebut akan menjadi sebuah kerugian apabila PT ATMI Cikarang tidak mampu memenuhi kebutuhan dari pelanggan.

2.1.4     Bahan dan Proses Produksi
2.1.4.1     Bahan Baku 
Ada banyak jenis bahan yang berbeda untuk dipilih ketika melakukan sebuah proyek. Bahan dasar dikelompokkan menjadi dua kategori,menjadi "non-logam" dan logam. Dalam hal untuk bahan logam ini kemudian selanjutnya dikelompokkan lagi menjadi dua kelompok yaitu "ferrous" dan "non-ferrous". Masing-masing dari bahan memiliki karakteristik mereka sendiri dan membutuhkan teknik mesin yang berbeda. Pertimbangan yang cermat perlu diberikan kepada pemilihan material yang benar untuk aplikasi.Ferrous berarti mengandung Besi, baja misalnya. Non-ferrous tidak mengandung Besi misalnya aluminium, tembaga dan lainnya. Sebuah tes sederhana untuk bahan besi / non besi adalah dengan menggunakan magnet sebagai pengujinya,tentunya besi akan tertarik oleh magnet.
Berikut ini adalah bahan-bahan umum yang digunakan di ATMI Cikarang:
·         Aluminium Alloy ( Aluminium paduan)
Ada banyak jenis logam Paduan untuk dipilih,tetapi Aluminium lebih sering dipilih karena ringan (sekitar 2700 kg/m3 kepadatan), itu relatif lembut dan gampang diproses dengan baik. Dari sudut pandang tekhnik mesin, aluminium murni (JIS A1000) sangat berbeda dari paduan Al-Cu (JIS A2000).
Aluminium murni adalah mudah untuk ditekuk tetapi sulit untuk memproses karena terlalu lembut dan mudah menyumbat alat pemotong. Di sisi lain, paduan Al-Cu, seperti A2011 A2017 atau (disebut duralumin) adalah mudah untuk dibubut dan dipotong, namun dengan beberapa nilai memiliki kekuatan mirip dengan baja.Salah satu kelemahan dari aluminium adalah bahwa sulit untuk mengelas atau disolder.
·         Baja Stainless
Stain-less-steel(baja tidak bernoda),menurut Japan Industrial Standard speknya adalah JIS SUS304. Istilah umum di Indonesia adalah Stainless steel 3% dan 8%. Persentase yang dimaksud adalah kadar nikelnya.
Manfaat dari stainless steel adalah bahwa ia memiliki kekuatan tinggi, tahan panas cukup tinggi, dan dan tahan karat. Karena resistensi yang tinggi terhadap panas itu membuatnya menjadi bahan yang ideal untuk bagian mekanis yang mengalami pemanasan. Juga, karena perlawanan bahan untuk berkarat,sangat ideal untuk digunakan di bagian mesin yang terkena air.
Stainless Steel cenderung menjadi sedikit lengket ketika dikerjakan di mesin bubut dan karena ini berarti juga adalah bahan yang relatif cenderung untuk mempersingkat umur alat pemotong yang digunakan,seperti pahat bubut atau mata bor. Alat pemotong tersebut perlu diasah sering terutama dalam operasi pembubutan yang banyak. Baja Stainless biasanya dapat diidentifikasi dengan warna perak mengilat.
·         Baja Karbon
Spesifikasi bahan karbon menurut standard industri Jepang adalah JIS S45C dan JIS SS400. Mereka relatif murah, mudah di las, dan mereka dapat mengalami berbagai perlakuan panas. Karena peralatan mesin banyak yang dirancang untuk memotong bahan baja ringan, sangat jarang untuk menghadapi masalah saat dikerjakan di mesin bubut.
Sering juga disebut common steel atau baja umum.  ST60 contohnya.
Saya hampir setiap hari menggunakan baja ini,selain umum dipakai,juga karena lebih murah dan gampang diolah.
Umumnya, baja ini memiliki permukaan hitam dan permukaan ini sangat sulit terlepas, jika mungkin, permukaan ini harus dibiarkan utuh karena menawarkan perlindungan tambahan.
·         Kuningan
Kuningan adalah paduan yang terbuat dari kombinasi tembaga dan seng sebagai bahan utama. Dalam dibandingkan dengan baja karbon atau stainless steel, kemampuan mesin dari kuningan baik, dan juga memiliki sifat solder yang baik.
Kuningan sangat berat karena kepadatan yang tinggi sehingga sangat ideal untuk bagian berat, seperti roda gila atau berat keseimbangan untuk  model mesin.
Kuningan sangat mahal jika dibandingkan dengan bahan lain sehingga digunakan sangat selektif.

2.1.4.2     Poses Produksi
Kendala yang dialami oleh perusahaan dalam pemenuhan kebutuhan Anchor yang begitu besar disebabkan bebarapa hal seperti breakdown mesin dan perbandingan tool dengan benda kerja yang kecil. Dengan kata lain satu mata potong yang digunakan hanya dapat menghasilkan beberapa benda kerja saja. Selain itu kendala yang dialami oleh perusahaan adalah keterbatasan mesin, karena semua proses yang harus dilewati untuk memproduksi Anchor 3 hanya memiliki satu mesin saja, yang berarti apabila ada salah satu mesin mengalami kerusakan atau terhenti, maka proses produksi Anchor ini juga terhenti.
 Untuk menghasilkan sebuah produk Anchor diperlukan sampai dengan empat tahap proses. Proses pertama adalah sawing, raw material Anchor adalah besi jenis S45C yang memiliki panjang 6000 mm dan harus dipotong terlebih dahulu. Proses kedua adalah turning, pada proses ini benda kerja sudah setengah jadi dan proses ini dikerjakan oleh mesin CNC Turning. Setelah proses kedua selesai, proses ketiga adalah pembuatan lubang bersudut dan pada proses ini benda kerja diproses oleh mesin CNC Milling Mazak. Proses terakhir dari pembuatan Anchor ini adalah deburing, penghilangan sisi tajam.


 Breakdown atau terhentinya mesin produksi bisa diakibatkan oleh beberapa macam hal, yaitu coolant yang macet atau setup referensi. Beberapa hal tersebut tentu saja memberikan kerugian pada perusahaan. Selain itu juga memberikan penurunan efektivitas dan efisiensi dari setiap proses sehingga perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk perbaikan. Agar dapat mencapai nilai produktifitas yang optimal, kondisi mesin yang digunakan untuk proses produksi juga harus selalu dalam kondisi yang optimal. Untuk menjaga mesin dalam kondisi tersebut proses perawatan dan pemeliharaan harus selalu berjalan. Kegiatan pemeliharaan dan perawatan mesin bertujuan agar mesin selalu siap untuk beroperasi, keselamatan kerja dapat tercapai, dan masa pakai penggunaan mesin dapat semakin lama.
 Kegiatan perawatan dan pemeliharaan mesin tidak hanya menjadi tanggung jawab dari divisi maintenance, tetapi menjadi tanggung jawab dari seluruh bagian yang terlibat dalam proses produksi. Proses pemeliharaan dan perawatan yang menyeluruh ini, biasa dikenal dengan TPM (Total Productive Maintenance). TPM adalah satu metode perawatan mesin yang menggabungkan proses preventive maintenance dengan Autonomos Maintenance yang dilakukan operator. Keterlibatan operator ini akan mengembangkan rasa memiliki merawat mesin dan membangun hubungan yang baik dengan maintenance untuk menjaga mesin selalu dalam keadaan yang baik.


2.2     PT. CHEMCO HARAPAN NUSANTARA

PT. CHEMCO HARAPAN NUSANTARA
Manufacture of Automotive Brake System, and Alumunium Casting Parts
Kawasan Industri Jababeka
Jl. Jababeka Raya Blok F No. 19-28
Cikarang - Bekasi, Jawa Barat

2.2.1     Sejarah Pendirian Perusahaan
         PT. Chemco Harapan Nusantara berdiri pada tahun 1985 di daerah Kapuk dan menjadi salah satu.
perusahaan yang menjalankan usaha khususnya “Brake System”. Karena
kebutuhan akan Brake System yang semakin meningkat maka PT. CHN
membangun pabrik (Plant I) di Kawasan Industri Jababeka - Cikarang, Bekasi,
Jawa Barat dengan areal seluas 80.000 meter persegi dan mengembangkan satu
pabrik lagi (Plant II) di Kawasan Industri Mitra, Karawang, Jawa Barat.
        Untuk pertama kali PT. CHN hanya berdiri satu Factory, namun sejalan
dengan perkembangan dan kemajuan khususnya di bidang otomotif, maka PT.
CHN mengembangkan menjadi lima Factory, adalah sebagai berikut :

Factory I : Proses Cold press, Hot press, Bonding.
Factory II : Proses Die casting, Gravity Die Casting, Painting.
Factory III : Proses Assembling, Delivery dan Receiving.
Factory IV : Proses Machining dan Painting.
Factory V : Proses Finishing dan Ware House.
Misi PT. Chemco Harapan Nusantara adalah menjadi salah satu produsen komponen otomotif terbaik di Asia, dengan memegang prinsip bahwa kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama. Kami selalu berupaya untuk menghasilkan barang bermutu tinggi dengan didukung oleh teknologi dan sumberdaya manusia yang baik serta pengiriman barang tepat waktu.

2.2.2     Struktur Organisasi Perusahaan
PT. Chemco Harapan Nusantara beroperasi dengan suatu struktur organisasi yang direncanakan. Berdasarkan kepada penentuan tugas dan tanggung jawab yang jelas, dengan pimpinan tertinggi dipimpin oleh Presiden Direktur.


2.2.3     Pemasaran Produk
       Pemasaran produk dari PT.Chemco Harapan Nusantara bekerja sama dengan merk kendaraan beroda 2 dan kendaraan beroda 4 merk kendaraan beroda 2 yang bekerja sama dengan PT.Chemco Harapan Nusantara adalah :
·         Kawasaki
·         Suzuki
·         Yamaha
·         Honda
Sedangkan kendaraan beroda 4 bekerja sama dengan PT.Chemco Harapan Nusantara   adalah :
·         Isuzu
·         Toyota
·         Mitsubishi
·         Honda
·         Daihatsu

2.2.4     Bahan dan Proses Produksi
·        Bahan Produksi
Ingot Alumunium
      Ingot Alumunium adalah material yang digunakan untuk produk pengecoran
dengan proses GDC di PT. CHN. Jenis almunium ingot yang digunakan dalam
untuk pembuatan Caliper KVLP yaitu Ingot Alumunium A-356. Untuk
memasikan komposisi unsur yang terkandung dalam ingot-ingot tersebut sesuai
dengan kualifikasi yang disyaratkan perusahaan sebelum dilakukan proses
peleburan (melting), maka dilakukan pengecekan dengan spektroskopi.
Ingot yang digunakan untuk proses produksi di PT. CHN berasal dari
berbagai supplier, diantaranya : PT. Honda Trading Indonesia (lokal), Rio Tinto
Allumunium Ltd. (Australia), Shanghai Sigma Metals Inc. (China), Sumimetal
Industries (Malaysia), Thai-Mc Company Ltd. (Thailand).

·        Proses Produksi
     Pada industri manufaktur brake system, allumuium casting, dan casting
wheel, aliran aktivitas dimulai dari penerimaan bahan baku, kemudian proses
peleburan alumunium, proses cetak menjadi produk setengah jadi, sampai
menjadi produk jadi, packing produk, penyimpanan hingga produk
didistribusikan. Semua aktivitas dalam aliran proses produksi tidak lepas dari
pengawasan mutu oleh Quality Control (QC). Perancangan dan perencanaan
aliran bahan dilakukan agar diperoleh efisiensi proses aliran bahan yang tinggi.
     Diagram alir proses produksi part Caliper KVLP assy Front KVLP dapat
dilihat pada Gambar

-          Peleburan (Melting)
      Melting merupakan proses pencairan logam dengan tujuan untuk
menghasilkan logam cair sengan komposisi tertentu dan mempunyai fluiditas
yang baik sehingga mudah mengisi rongga cetakan. Dalam hal ini, proses
peleburan ingot allumunium A-356 menggunakan mesin hurry melter dengan
jenis furnace yang sama (Countinues Furnace).
-          Pencetakan (Casting)
        Proses penuangan alumunium cair ke cetakan (casting) untuk memproduksi
part Caliper KVLP dilakukan dengan menggunakan teknik gravitasi, dimana
proses penuangan logam cair ke cetakan dilakukan dengan gaya gravitasi.
Mesin GDC (Gravity Die Casting) dijalankan secara otomatis dengan proses
solidifikasi berjalan selama 2 menit. Pada proses ini dilakukan jumping dengan
tujuan mengurangi turbolensi logam cair sehingga dapat mengurangi defect/cacat
seperti porositas gas/keropos, blow hole, dan lain-lainyang dapat menjadikan
produk tersebut tidak bisa diterima/cacat.
-          Finishing
      Finishing adalah proses menghilangkan sisa-sisa casting atau burry pada
bagian parting line atau bagian-bagian yang kasar yang tidak sesuai dengan yang
diinginkan. Alat yang digunakan adalah kikir, beltsander dan die grinder. Setelah
part difinishing kemudian part diproses lanjut ke proses Machining.
-          Painting (Pengecatan).
       Proses pengecatan merupakan salah satu jenis pelapisan produk atau
material dimana bahan pelapis (cat) yang sipakai telah diberi warna. Proses
pengecatan bertujuan untuk memperindah benda/barang yang di cat, sehingga
barang akan mempunyai nilaiyang lebih tinggi dibanding sebelumnya, selain itu
pengecatan juga memiliki fungsi sebagai pelindung untuk menghambat terjadinya
korosi akibat pengaruh cuaca dan lingkungan sekitar pada benda benda logam.


     BAB III. PENUTUP

1.1            KESIMPULAN
Setelah kegiatan kunjungan industri terlaksana dengan lancar ke ATMI CIKARANG DAN PT. CHEMCO HARAPAN NUSANTARA. Saya dapat menyimpulkan sebagai berikut :
1.      Kunjungn sangat penting bagi siswa untuk menambah wawasan dan pengetahuan.
2.      Kedisiplinan dalam bekerja sangat penting untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.
3.      Kunjungan industri sangat berperan dalam perkembangan peserta didik.
4.      Kunjungan industri menambah sikap mental yang lebih optimis dan disiplin.
5.      Menambah keinginan untuk terus belajar agar dapat menjadi orang yang dicari oleh perusahaan.


1.2            SARAN     
Saran yang saya berikan kepada sekolah adalah :
1.      Menertibkan siswa yang melenceng aturan.
2.      Semakin menyempurnakan fasilitas yang dipakai / diperoleh siswa.
3.      Meminimalisir perubahan jadwal / acara kegiatan yang telah tersusun rapi.



DAFTAR PUSTAKA